Sabtu, 09 Maret 2019

Sering Merasa Diperhatikan Orang Lain Saat di Tempat Umum? Ini Sebabnya

Saya sering merasa seperti ini. Mungkin ini ada hubungannya dengan sifat saya yang introvert. Tapi kemungkinan besar itu karena saya sedang merasa tidak percaya diri saat keluar. Padahal mungkin orang-orang cuma melihat sekilas, tapi bagi saya mereka seperti meneliti saya dari ujung rambut sampai ujung kaki. “Aduh, rambut saya berantakan ya? Atau tadi sikat gigi masih ada odol yang nempel di mulut? Jangan-jangan baju saya ada tumpahan kuah Indomie bekas sarapan tadi?” dan sejuta pertanyaan lainnya.
Tapi begitu saya menenangkan diri dan mencoba memperhatikan sekeliling, ternyata orang-orang itu (termasuk saya) sama sekali tidak perduli dengan sekelilingnya. Mereka (dan sekali lagi, termasuk saya) lebih sibuk dengan ponsel atau bacaan masing-masing. Tentu saja, lain cerita kalau ternyata yang lewat itu gadis cantik, di mana ponsel dan bacaan akhirnya cuma jadi alibi untuk sebentar-sebentar melirik *uhuk

Jumat, 08 Maret 2019

Kami Tahu Siapa yang Diam-diam Naksir Padamu!

ada yang diam-diam mengagumimu dia mengagumi akhlak dan kepribadianmu. ada yang diam-diam mencintaimu yang selalu mendo'akanmu dalam selipan do'a kepadaNya. dia mencintaimu dalam ketaatan kepadaNya tak ingin mengetuk hatimu dalam cinta sesaat karena dia tahu kau layak untuk di perjuangkan bukan untuk dipermainkan. . tenanglah jika mungkin dirinya bukanlah takdirmu dan bukanlah jawaban atas do'a-do'amu Allah telah menyiapkan hamba terbaikNya untukmu. dia yang datang pada waktu yang tepat dimana e

Temukan Pin ini dan lainnya di Islamic Truth oleh Tika Faradila.Ada yang diam-diam mengagumimu,
Menjagamu lewat doanya,
Menaruh rasa padamu,
Berharap bersama nantinya.
.
Namun ia merenungi,
Sepertinya ada yang salah di hati,
Dia bertanya dalam diri,
“Dimana ilmu menjaga hati yang dulu di pelajari?”
“Dimana ilmu menjaga hati yang dulu di pelajari?”
“Dimana ilmu itu?”
“Kenapa mudah menaruh hati, padahal sudah tau itu adalah rasa tak pasti?”.
.
Kembali ia merenung,
Berusaha menolak rindu,
Mengubah rasa yang sempat ada,
Menjadi tawar sebab bukanlah haknya.
.
Sebenarnya,
Ia kadang merasa malu,
Sebab sempat pula berkeinginan jauh,
Berandai-andai,
Andai dia menjadi milikku,
Andai aku bersamanya saat ini,
Andai kelak aku bersama dengannya,
Andai.
Andai..
Dan berakhir lalai…
.
Dengan rasa malunya,
Ia tunduk dalam doa.
Bukan meminta didekatkan pada yang di cinta.
Ia meminta agar hati yang sempat lalai,
Kembali terjaga. -nafisah.rd-
.
Tertatih ia merindukan,
Tertatih pula mengiba pada-Nya untuk dikuatkan.
Ia berjuang,
Detik berubah menjadi menit,
Menit menjadi jam,
Jam menjadi hari,
Hari menjadi minggu.
Bulan.
Dan tahun.
.
Hingga pada akhirnya,
Perasaan yang terjadi,
Sebab tak tunduknya pandangan mata,
Itu benar-benar kembali,
Pada titik semula.
Tanpa rasa.
.
Hamba yang membutuhkan nasehat.
Caption : Gilang Raksa Dipraja.